|
Arief Suherman,Pengabdian Petugas IB, Santun dan Tulus Menyambung Generasi |
|
|
|
|
Monday, 05 July 2010 12:21 |
|
Hampir seluruh peternak sapi di beberapa kecamatan di kabupaten Agam wilayah timur mengenal Arief Suherman. Seorang pembantu Inseminasi Buatan pos Biaro kecamatan Ampek Angkek kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. Sosoknya yang ramah dan santun membuat peternak sangat akrap dengan Arief.
Dengan sepeda motor bututnya, Arief berkeliling setiap hari melayani panggilan peternak dengan berbagai persoalan mulai dari melaksanakan Inseminasi buatan sampai masalah kesehatan dan membantu persalinan ternak sapi.
“Saya disini membantu Pak Efendi Rasyid (petugas IB kecamatan Ampek Angkek) sejak tahun 2005, awalnya saya magang di tempat pak Efendi sewaktu saya sekolah dulu di SMK Pertanian Batusangkar. Selanjutnya setelah tamat saya menggali ilmu terapan langsung kelapangan ditempat pak Efendi, maksudnya belajar sambil bekerja” kata Arief saat ditemui Suara Afta . Saat itu kebetulan Arief sedang melakukan Inseminasi Buatan terhadap sapi milik salah satu peternak di Ampek Angkek.
Ditempa dengan ilmu terapan di lapangan dan pengalaman yang langsung dipraktekan kelapangan dan dengan modal kemauan yang keras akhirnya Arief berhasil mendapatkan Ilmu kesehatan ternak dan pembibitan yang sangat berguna baginya dikemudian hari guna membantu peternak yang membutuhkan. Pendidikan dilapangan yang diberikan Efendi Rasyid akhirnya membuahkan hasil yakni dengan dikeluarkannya semacam surat pengakuan dari dinas peternakan bahwa Arief telah mampu untuk melaksanakan Inseminasi Buatan (IB) dan diberikan surat izin untuk itu pada tahun 2007.
Suka dan duka dalam melaksanakan tugas dilaluinya dengan tabah, berbagai tingkah laku dan sifat peternak merupakan tantangan tersendiri buatnya, disamping tantangan untuk dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Jam kerjanya pun tidak ada batasan, jam berapapun Arief dihubungi oleh peternak maka dengan senang hati Arif akan pergi ketempat peternak tersebut, walau tengah malam sekalipun.
Yang paling membanggakan dari kegiatan Arief adalah ketulusannya dalam membantu peternak, walau dia bukanlah pegawai negeri maupun pegawai honorer, dia hanyalah membantu Efendi Rasyid. Dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya Arief mendapatkan honor dari Pribadi Efendi, dan upah sebagai buruh memelihara ternak sapi milik Efendi Rasyid.
Namun begitu walau ternyata kehidupan sehari-harinya Arif dalam kondisi memprihatinkan namun ia tetap resah dengan kondisi peternak diwilayah aktifitasnya. “Begitu banyak peternak kita yang masih sangat minim ilmunya dalam beternak sehingga hasil yang didapatpun tidak maksimal dan terjadinya berbagai penyakit. Penyakit yang banyak ditemui saat ini adalah Hypo Calsium. Maksudnya adalah kurangnya pasokan calcium untuk ternak sapi, karna kurangnya pengetahuan peternak tentang masalah pakan yang pas buat sapi.” Kata Arief
“Akibat dari kekurangan kalsium tersebut akan berakibat timbulnya berbagai masalah pada ternak sapi, diantaranya tingkat kesuburan menjadi berkurang, peradangan susu (susu sapi menjadi sedikit), tulang sapi jadi lemah dan lainya” tambah Arief
Setiap kali bertemu peternak Arief selalu berbagi ilmu dan memberikan informasi-informasi bagi peternak dan sebagai seorang yang memiliki sumber daya manusia yang lebih Arief selalu melakukan berbagai penelitian tata cara beternak yang lebih baik. “Saya selalu mengikuti perkembangan teknologi baik itu melalui pelatihan-pelatihan maupun lewat buku dan media masa. Ketika ada yang menarik, saya langsung melakukan uji coba, dan bila berhasil saya sebarluaskan pada peternak sekitar” jelas Arief
Dalam melaksanakan tugasnya Arief sangat banyak menemukan hambatan, bukan hanya masalah penghasilannya yang sangat kurang, juga masalah transportasi. Arief hanya memiliki sebuah motor butut yang sering mogok sehingga berakibat menjadi sering terlambatnya dia menuju lokasi ternak yang harus dibantu. “Besar harapan agar pemerintah mau meminjamkan sebuah sepeda motor yang sehat untuk kelancaran saya membantu peternak” harap Arief.
Sosok Arief merupakan sosok yang sangat langka ditemukan di dunia ini, bayangkan ditengah kesulitan ekonominya sendiri dia masih mampu untuk berbuat membantu peternak yang dalam artian Arief berperan besar dalam meningkatkan ketahanan pangan. Walau tampa adanya tunjangan dari Negara sedikitpun. Apakah masalahnya pemerintah tidak mampu melihat orang-orang seperti Arief yang telah memperlihatkan kesungguhannya turut serta membangun dunia peternakan, apa salahnya orang seperti Arief diberikan sedikit tunjangan atau ditunjuk langsung sebagai tenaga harian lepas (THL). Mudah-mudahan ini dapat menjadi pertimbangan bagi pemegang kebijakan, walau sebenarnya Arief tidak pernah meminta ataupun mengeluh.
Sekian tahun beraktifitas ada sebuah kejadian yang sangat berkesan bagi Arief. Waktu itu Arief menolong persalinan sapi di Pincuran Puti Kecamatan Baso. “Anak sapi yang akan lahir tersebut ternyata sunsang dan parahnya lagi ketubannya sudah pecah jam 11 malam, peternaknya baru memberitahukan kepada arief jam 2:40 pagi, hingga saya baru sampai dilokasi jam 3 pagi. Setelah diperiksa saya sudah putus harapan. Saya sudah yakin kalau anak sapi tersebut sudah mati. Selanjutnya saya coba untuk mengeluarkan anak sapi tersebut. Akhirnya dengan susah payah dapatlah anak sapi tersebut dikeluarkan. Tapi saya terkejut bukan main sebab ternyata anak sapi tersebut masih hidup, tubuhnya bagus dan besar dan jenis kelaminnya jantan.” Cerita Arief. (dna)
sumber : new-media.kompasiana.com |
|
Last Updated on Monday, 05 July 2010 12:24 |
|
|
Rahmat Priatna, Pemulia Domba Garut |
|
|
|
|
Saturday, 19 December 2009 11:33 |
|
Domba garut adalah jenis domba warisan leluhur urang Sunda. Jenis domba kontes di Jawa Barat ini adalah hasil persilangan antara domba lokal, Afrika, dan Marino, pada tahun 1850-1860. Di dunia domba garut diakui sebagai salah satu jenis domba dengan postur paling besar. Domba ini mewarisi postur besar dari Marino, agresivitas dari Afrika, dan kelezatan daging dari domba lokal Jawa Barat.
Dalam perkembangannya, sering terjadi perkawinan silang antara domba garut dengan domba jenis lainnya. Akibatnya, kualitas domba yang dihasilkan terus menurun, salah satu indikasinya adalah postur yang semakin kecil.
Atas kondisi itu, timbul keprihatinan dari sejumlah kalangan. Perlu diupayakan pemurnian kembali gen domba garut. Salah seorang dari sedikit kalangan yang tergerak untuk mengembalikan kemurnian gen domba garut adalah Rahmat Priatna.
|
|
Fina dan Bibit Sapi Perah Unggul |
|
|
|
|
Saturday, 19 December 2009 11:31 |
|
Fina Rosdiana (42) mungkin hanya satu dari sedikit perempuan pengusaha yang menekuni usaha pembibitan sapi perah. Meski jenis usaha yang satu ini menyisakan marjin keuntungan kecil dan tak banyak orang melirik, di tangan Fina usaha pembibitan tetap menjanjikan.
Tengok kandang sapi di Sukabumi, Jawa Barat, yang menaungi sekitar 420 bibit sapi perah hanya dalam waktu 15 tahun usahanya. Sebagian besar sapi-sapi itu berusia dara bunting dan siap dilelang dengan kisaran harga Rp 8 juta per ekor.
Yang menarik dari bibit-bibit sapi yang dikelola Fina dan Kelompok Tani Goalpara binaannya adalah semua bibit sapi itu berkualitas. Mereka dilahirkan dari induk sapi yang tercatat memiliki produktivitas tinggi, sebagian di antaranya bahkan produktivitas susunya mencapai 30 liter per hari. Rata-rata produktivitas sapi perah sekarang di bawah 15 liter per hari.
|
|
|
|
|
|