Tentang NTI
Negeri Ternak Indonesia merupakan Organisasi Non Pemerintah yang ingin turut berpartisipasi dalam pengembangan peternaka...
Program: Pemberdayaan Peternak, Riset Peternakan Terapan, Pemasaran Ternak, Investasi untuk Peternak, Akikah Terbaik, Ku...
Special Program: Akikah Terbaik dan Kurban Terbaik.
RSS
May 21
Teknologi Pengolahan Cangkang Kakao Menjadi Pakan Ternak PDF Print E-mail
Friday, 02 July 2010 17:36

Dari buah kakao yang dipanen, sampai saat ini hanya biji yang dapat dimanfaatkan secara komersial, sementara kulit kakao (husk) dan plasenta masih berupa limbah. Kulit buah kakao banyak mengandung menerak seperti K dan N, protein, lemak, dan sejumlah asam organik.
Karena kandungan meneral, nutrisi, dan jumlah yang dapat diperoleh cukup banyak, maka potensi kulit buah kakao untuk diolah menjadi pakan memiliki prospek yang baik. Teknologi pengolahan cangkang kakao menjadi pakan cukup sederhana, yakni:

  1. Kulit buah (cangkang) kakao yang telah dikumpulkan dicacah sampai menjadi partikel-partikel kecil. Pencacahan dimaksudkan untuk memudahkan proses pengeringan dan penggilingan.
  2. Hasil cacahan difermentasi dengan larutan Aspergillus niger dengan perbandingan 1 ltr A. niger : 10 ltr air (untuk 200 kg cangkang kakao). Proses fermentasi berlangsung 5–6 hari, setelah itu dijemur sampai kering.
  3. Selanjutnya dilakukan penggilingan kulit buah kakao yang telah kering dengan menggunakan mesin penggiling/penghancur (hammer mill) atau ditumbuk.
  4. Hasil penggilingan dapat berupa tepung (powder) atau butiran (crumble) tergantung ukuran saringan yang dikehendaki kemudian dicampur ke ransum sapi.


Pengggunaan kulit buah kakao yang telah difermentasi sebanyak 1,5% bahan kering dari bobot badan sapi dapat dapat meningkatkan pertambahan berat badan harian sapi sebesar 0,33 kg/hari lebih tinggi dari pada penggunaan pakan lokal (0,22 kg/hari).

 

sumber : sultra.litbang.deptan.go.id

Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy