NEGERI TERNAK INDONESIA Mitra Pengembangan Peternakan Rakyat Jl. Arzimar II No. 42 RT 02/ 18 Bogor Utara, Jawa Barat - INDONESIA Mobile : (0251) 4784 400 SMS Centre : 0878 7373 7684 Email : negeriternak@yahoo.com
Pengembangan Kambing Jawa Randu Melalui Aplikasi Teknologi Reproduksi LASERPUNKTUR
Sunday, 17 January 2010 09:51
Kambing merupakan ternak yang sudah memasyarakat di Indonesia. Ternak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan
karena pemeliharaanya dan pemasaran hasil produksi (daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Salah satu jenis kambing yang dikembangkan di Indonesia khususnya di Kabupaten Jepara Jawa Tengah adalah Jawa Randu.
Kambing Jawa Randu merupakan salah satu jenis kambing dwiguna yaitu sebagai penghasil daging dan susu yang potensial untuk dikembangkan. Perkembangan produksi dan populasi kambing jawa randu belum menggembirakan. Dalam pengembangbiakan kambing jawa randu masalah utama yang menjadi kendala adalah terbatasnya pejantan unggul dan potensi reproduksi kambing jawa randu betina yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Salah satu teknologi yang dapat mempercepat akselerasi peningkatan populasi dan perbaikan mutu genetik ternak adalah penerapan teknologi reproduksi. Untuk mendukung program tersebut perlu dilakukan pengembangan teknologi di bidang reproduksi yang aplikatif dan ekonomis bagi peternakan kambing jawa randu di Indonesia.
Aplikasi teknologi reproduksi adalah program sinkronisasi berahi kambing Jawa Randu menggunakan laserpunktur yang dikembangkan oleh BPPT. Dimana BPPT sebagai salah satu pelaksana kegiatan Speklok yang ditunjuk oleh Asdep Urusan Program Riptek Daerah. Sinkronisasi berahi dengan Laserpunktur menggunakan metoda L 2-11 artinya aplikasi laser dilakukan pada kambing betina dengan memberikan sinar laser sebanyak 17 titik dibadanya.Perlakuan ini dilakukan sebanyak 3 kali pada hari pertama, kedua dan kesebelas. Setelah timbul berahi, kambing dikawinkan dengan inseminasi buatan.
Pelatihan pengembangan kambing Jawa randu melalui aplikasi teknologi reproduksi laserpunktur diikuti sebanyak 34 peserta yang terdiri dari para peternak individu, kelompok ternak, teknisi Perusda, dan petugas lapang telah dilaksanakan pada tanggal 22-23 Juli 2009. Materi yang diberikan meliputi manajemen pemeliharaan ternak, manajemen reproduksi, manajemen pakan dan nutrisi ternak, serta manajemen kesehatan hewan ternak.
Kegiatan ini disaksikan oleh Menristek saat berkunjung di lokasi kegiatan diseminasi dan spesifik lokasi (Speklok) Ristek dalam pengembangan Kambing Jawa randu melalui teknologi reproduksi dan laserpunktur di Kampung Teknologi Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut Menristek menjelaskan manfaat Laserpunktur sebagai alat penyerentak estrus pada ternak kambing kepada Bapak Bupati Jepara beserta jajarannya. Hasil kegiatan ini sangat penting dalam usaha membantu meningkatkan populasi kambing jawa randu yang dapat memberikan pengaruh pada peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Jepara. Selain itu pembinaan dan pelatihan manajemen pemeliharaan, reproduksi dan keswan merupakan alih teknologi yang menjadi keluaran kegiatan yang akan dilakukan. Dengan demikian peningkatan produktivitas, perkembangan bisnis dan industri budidaya kambing Jawa Randu di Kabupaten Jepara secara bertahap dapat di tingkatkan. (dep3/humasristek)
sumber : http://www.ristek.go.id/index.php?module=News%20News&id=3995