Tentang NTI
Negeri Ternak Indonesia merupakan Organisasi Non Pemerintah yang ingin turut berpartisipasi dalam pengembangan peternaka...
Program: Pemberdayaan Peternak, Riset Peternakan Terapan, Pemasaran Ternak, Investasi untuk Peternak, Akikah Terbaik, Ku...
Special Program: Akikah Terbaik dan Kurban Terbaik.
RSS
May 21
Bank Sperma/Semen Sapi Bali untuk Konservasi dan Pengembangan Sapi Bali PDF Print E-mail
Saturday, 26 December 2009 05:36

Potensi peternakan di Bali khususnya Nusa Penida masih memegang peran yang cukup penting serta strategis dalam mendorong perekonomian masyarakat. Potensi ternak sapi bali  selain sebagai komoditi ternak potong juga sebagai ternak bibit. Indikasi akhir-akhir ini disinyalir terjadi  penurunan populasi dan produktivitas sapi bali asli, baik sebagai ternak potong maupun sebagai ternak bibit. Upaya untuk meningkatan produktivitas sapi bali diperlukan upaya pengaturan dinamika populasi seperti pemotongan, tingkat kelahiran dan penekanan kematian juga  sistem pengelolaan usaha peternakan yang dilakukan peternak.

Produksi sapi induk, bakalan serta anak dapat dilakukan melalui teknik Inseminasi Buatan (IB) menggunakan pejantan unggul.  Hal ini mendukung program breeding dalam pemilihan bibit unggul dan menunjang efisiensi pada peternakan sapi.  Aplikasi teknologi IB dengan mengunakan semen pejantan unggul yang telah diseleksi untuk produksi bibit sapi unggul diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sapi lokal yang berlipat ganda dalam waktu relatif singkat. Di samping itu aplikasi teknologi ini tidak hanya meningkatkan populasi ternak tetapi juga perbaikan mutu genetik.


Balai Inseminasi Buatan (BIB) sebagai lembaga produsen semen beku ternak unggul bertujuan untuk memenuhi kebutuhan inseminasi buatan secara tepat jenis, tepat waktu dan tepat jumlah untuk mengembangkan dan melestarikan sumber daya alam berupa ternak unggul melalui seleksi, uji performans dan uji zuriat atau uji progeny, demikian disampaikan oleh Bapak Supraptono, Kepala Seksi Pelayanan Teknik Pemeliharaan Ternak pada Balai Inseminasi Buatan Lembang pada saat kunjungan Asdep Urusan Program Riptek Daerah yang diwakili oleh Bidang Pemetaan Program Riptek Daerah dan Bidang Evaluai Program Riptek Daerah  pada tanggal 11 Desember 2009. Maksud dari kunjungan adalah untuk mendapatkan informasi dan mengetahui lebih jauh kegiatan dan peran BIB dalam  mendukung pengembangan peternakan sapi di daerah khususnya tentang produksi dan manajemen penyimpanan semen beku dalam bentuk penyediaan semen/bank semen.

Pada tahun 2009, salah satu kebijakan yang digulirkan dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi antara lain dalam bentuk kegiatan Diseminasi Teknologi dan Spesifikasi Lokasi (Speklok), telah memberikan kemajuan  dan pengembangan Budi Daya Sapi Bali dengan Aplikasi Bioteknologi di Nusa Penida Provinsi Bali. Hal ini sangat sejalan dengan rencana pembangunan Daerah Propinsi Bali dan untuk itu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali telah memberikan rekomendasi serta dukungan untuk keberlanjutan kegiatan spesifikasi lokasi di Nusa Penida. Sebagai tindak lanjut kegiatan spesifikasi untuk memenuhi kebutuhan daerah dalam mengembangkan ternak sapi bali, diperlukan adanya bank semen. Keberadaan bank semen diperlukan karena saat ini  pertambahan populasi sapi dengan perkawinan alam dirasa  lambat dan mengalami beberapa kendala terutama kebutuhan jantan unggul. Untuk mendukung terujudnya pelaksanaan inseminasi dan bank semen dibutuhkan sarana dan prasarana yang mewadai antara lain dalam bentuk kontainer.

Dalam hal produksi dan pemasaran, BIB Lembang melakukan melalui tiga (3) cara yaitu melalui pemesanan dari program pemerintah (APBN), pemesanan melaui kerjasama (KSO) dengan koperasi serta melayami penjualan langsung oleh masyarakat. Saat ini BIB telah menyimpan semen beku dalam kontainer atas masing – masing  sperma yang diproduksi oleh sapi pejantan unggul.  Selain disimpan dalam kontainer  sebagai koleksi (bank data) juga persediaan yang siap untuk dipasarkan, demikian dijelaskan oleh Bapak Supraptono. Lebih lanjut disampaikan pula bahwa Balai Inseminasi dapat mendukung kegiatan Speklok di daerah dalam mewujudkan bank semen baik untuk operasional maupun koleksi plasma nutfah, selain itu juga dukungan dalam hal pelatihan/ketrampilan teknis dan operasional. Sebagai informasi tambahan disampaikan pula bahwa harga satu dosis semen beku di BIB Lembang saat ini sekitar Rp 6.000,-. Satu ekor sapi pejantan unggul dapat menghasilkan antara 200 – 400 dosis semen beku setiap minggu. Sedangkan harga kontainer kecil untuk kapasitas menyimpan sebanyak 7200 dosis berharga sekitar 22 juta ditambah dengan biaya perawatan berupa penambahan nitrogen cair.(Asdep PRD-D Prog Riptek).

Sumber : http://www.ristek.go.id/?module=News%20News&id=5059

 

Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
Last Updated on Saturday, 26 December 2009 05:43