Tentang NTI
Negeri Ternak Indonesia merupakan Organisasi Non Pemerintah yang ingin turut berpartisipasi dalam pengembangan peternaka...
Program: Pemberdayaan Peternak, Riset Peternakan Terapan, Pemasaran Ternak, Investasi untuk Peternak, Akikah Terbaik, Ku...
Special Program: Akikah Terbaik dan Kurban Terbaik.
RSS
Feb 23
Berita
Kambing Senduro Yang Go Internasional PDF Print E-mail
Friday, 20 January 2012 14:42


Bentuk ambing seperti kendi menghasilkan susu lebih banyakdan lebih mudah dalam pemerahan.

Satu lagi ternak asli Indonesia yang telah dikembangkan dan kualitasnya telah teruji oleh negara tetangga. Ini terbukti dengan adanya patung kambing etawa jenis Senduro yang berdiri tegak di salah satu peternakan modern dan terbesar di Malaysia (UK Farm).

Seperti diutarakan Hendra Hidayat peternak kambing asal Lumajang, Jawa Timur, patung kambing yang berada di salah satu peternakan Malaysia adalah kambing etawa ras senduro. “Disana lebih terkenal dengan nama kambing jamnapari,” cetus pria yang bersama saudaranya memiliki Etawa Jaya Farm ini.

Pihak UK Farm mengakui, kambing jamnapari yang mempunyai warna dominan putih tersebut diimpor dari Indonesia. Dilihat dari saduran http://www.ukfarm.com.my/uk-agroresort-activities.htm , kambing etawa di UK Agro Resort yang terkenal sebagai “Kambing Pembawa Keberuntungan” dari Indonesia. Sejarahnya, Presiden Soekarno membawa kambing jamnaparidari Uttar Pradesh– India ke Indonesia untuk keperluan pengembangan silang pada 1947. Uniknya, kambing etawa putih itu hanya bisa ditemui di Senduro, sebuah desa yang terletak di kaki gunung berapi di daerah barat Kota Lumajang, Jawa Timur”.

“Sementara peternak di Lumajang menamakan kambing etawa senduro dengan sebutan kambing Etsen (Etawa Senduro),” ujar Hendra.Sedikit informasi, ia mengatakan kambing etawa senduro  menembus pasar Malaysia dengan derasnya. Terutama sekitar 2002 – 2008 volume ekspornya mencapai lebih dari 2.000 ekor.

Sementara itu, Bambang Setiadi, peneliti Balitnak (Balai Penelitian Ternak) Bogor yang ditemui TROBOS beberapa waktu lalumengatakan,kalau dilihat sejarahnya, kambing etawa ras Senduro berasal dari Kaligesing. Lalu dibawa ke Lumajang dan sudah lama dipelihara oleh para peternak setempat. “Selain itu dilakukan juga seleksi oleh masyarakat,” jelasnya.

Juga, adanya persamaan ekosistem antara daerah asal dengan habitatnya sekarang. Misalnya ketinggian dan udara yang cocok.Terkait banyaknya kambing yang diekspor ke negara tetangga, Bambang menyarankan supaya ras senduro ini bisa diusulkan menjadi galur sendiri kepada pemerintah. Seperti galur kambing etawa kaligesing.

Menurut Bambang, karena suatu ternak bisa ditetapkan mempunyai galur sendiri, apabila minimal sudah lima generasi atau 50 tahun. Dan bisa dibedakanberdasarkan ciri khasnya. “Hanya sekarang jangan dulu dibilang galur senduro, karena belum ditetapkan,” tukasnya sambil tersenyum.

Keunggulan Ras Senduro

Tentunya ada alasan khusus kenapa peternakan modern dan terbesar di Malaysia menggunakan kambing etawa Senduro. Pria lulusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Institut Teknologi Sepuluh November ini menyebutkan beberapa keunggulan kambing etawa senduro dibandingkan kambing etawa lainnya.

Seperti pada bentuk ambing (udder) bentuk kendi yaitu lebih besar dari puting, sehingga berpotensi menghasilkan produksi susu yang cukup banyak. Maka, ciri khas ambing yang dimiliki etawa senduro ini lebih produktif jika dibandingkan bentuk ambing botol, karena ukuran puting lebih besar dari ambing. “Selain itu ambing bentuk kendi memberi kemudahan dalam memerah, karena mirip dengan cara memerah sapi,” sebutnya.

Selanjutnya, kelebihan ambing bentuk kendi lainnya, adalah memberikan ketahanan pada saat pemerahan yang menyebabkan ambing tidak mudah turun (molor). Sehingga puting tidak sampai menyentuh tanah.Puting menyentuh tanah sangat berbahaya, karena mudah terluka atau terkena kotoran. Hal tersebut dapat memicu penyakit mastitis. “Artinya, kambing etawa senduro lebih terhindar dari penyakit ambing,” ujarnya.

Untuk produksi susu sendiri, Etawa Jaya Farm, mampu menghasilkan 500 liter per bulannya. Namun dalam memenuhi permintaan pasar, menggandeng peternak lokal di daerah Senduro. Maka, Total produksi maksimum menghasilkan 1.200 liter per bulan atau 40 liter per hari. Dan pemasaran susu kambingnya telah mencakup daerah Jawa Timur, Jawa Tengah,dan Bali.“Jumlah kambing etawa senduro dikandang saat ini berjumlah 150 ekor, yaitu pejantan 10 ekor, betina 100 ekor dan cempe (anak kambing) 40 ekor,” ungkap pria yang memilikilahan hijauan seluas4 hektar ini.

Sumber: www.trobos.com

Last Updated on Friday, 20 January 2012 15:32
 
Peternak Lokal Amerika Sediakan Rumah Jagal Halal PDF Print E-mail
Tuesday, 05 October 2010 07:50
Devita Sari - detikFood

Jakarta - Kebutuhan akan daging bersertifikat halal di Amerika makin meningkat seiring pertumbuhan kaum muslim di negara tersebut. Hal tersebut mendorong sejumlah petani lokal untuk mendirikan rumah jagal bersertifikat halal.
Banyak kaum muslim Amerika yang mengalami kesulitan memperoleh daging bersertifikat halal atau daging yang disembelih secara Islami di toko-toko setempat. Sehingga kadang mereka terpaksa membeli kambing atau domba di peternakan-peternakan dan disembelih sendiri sesuai dengan tradisi kaum muslim.
Last Updated on Tuesday, 05 October 2010 08:01
 
Kerugian akibat Penyelundupan Ayam Rp 40 Miliar PDF Print E-mail
Friday, 03 September 2010 22:19

Pontianak, Kompas - Kerugian akibat penyelundupan ayam hidup dan daging ayam beku dari Negara Bagian Serawak, Malaysia, ke Kalimantan Barat selama tiga bulan terakhir mencapai Rp 40 miliar.

Ketua Asosiasi Agrobisnis Perunggasan (AAP) Kalimantan Barat Bambang Mulyantono mengatakan, setiap hari diselundupkan 2.000 ayam hidup dan 20 ton daging ayam beku dari Serawak ke Kalimantan Barat. ”Pangsa pasar peternak lokal sebagian terambil oleh ayam selundupan sehingga peternak menanggung kerugian,” kata Bambang hari Kamis (2/9).

Penyelundupan ayam hidup dan daging ayam beku itu dilakukan melalui Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Ayam hidup asal Serawak itu dijual Rp 22.000 per kilogram di Sanggau, sedangkan harga ayam lokal Rp 23.000.

 
Abon Asli Bercitarasa Ekspor, Beromset Miliaran PDF Print E-mail
Wednesday, 25 August 2010 08:11

Boyolali - Abon atau daging sapi kering olahan menjadi salah satu produk unggulan sentra industri kecil menengah (IKM) di Boyolali Jawa Tengah. Produk abon sudah dikenal sebagai campuran makanan, bagi semua lapisan masyarakat di Indonesia.

Salah satu IKM abon di Boyolali, Turis Maulana mengatakan wilayah Winong Boyolali menjadi sentra pembuatan abon sejak puluhan tahun lalu. Ia melalui bendera abon Rojo Koyo setidaknya sudah memproduksi abon sejak 1976, atau sudah memasuki bisnis keluarga generasi kedua dari orang tuanya Ngatmi Harto Sumarjo.

"Kelebihan abon dari makanan olahan daging sapi lainnya, abon bisa tahan sampai satu tahun asal tak terbuka kemasannya," kata Turis saat ditemui kediamannya Boyolali, Jawa Tengah, akhir pekan lalu, Sabtu (21/8/2010).

 
Ketika AS Ketakutan Terhadap Telur PDF Print E-mail
Monday, 23 August 2010 11:43

Wabah salmonella di Amerika Serikat telah menginfeksi ratusan orang di tiga negara bagian dan mendorong pemerintah secara nasional menyerukan untuk menarik setengah miliar telur yang dicurigai mengandung penyakit, kata pejabat AS.

Angka hasil penelitian telah mengungkapkan ada sekitar 2.000 kasus infeksi salmonella dari Mei hingga Juli, sebuah periode di mana deteksi terhadap 700 kasus dengan penyakit itu akan menjadi sesuatu yang biasa.

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 4

NEGERI TERNAK INDONESIA - Mitra Pengembangan Peternakan Rakyat
Jl. Arzimar II No. 42 RT 02/ 18 Bogor Utara, Jawa Barat - INDONESIA | Mobile +62-811 110 1053 | SMS Centre: 087 873 737 684
Email : negeriternak@yahoo.com